Kita hidup dalam sebuah proses penantian sampai ke satu waktu akhir nanti harus bertanggung-jawab atas segala sesuatunya yang kita perbuat atau yang tidak dan belum kita laksanakan itu ke hadapan Allah, Dzat yang menghidupkan kita dan akan memanggil kita kembali kepada-Nya untuk menerima hasil perhitungan (hisab) atas amal ‘ibadah dan seluruh perbuatan kita di dunia yang bakal mengantarkan kita ke sorga atau terlempar ke neraka jahannam ~ na’udzubiLlahi min dzalik,
Olehkarena itu, berhati-hatilah memelihara waktu keseharian hidup kita agar tidak sering terjebak ke dalam lubang-lubang pemborosan lisan, dan amal perbuatan sia-sia dan tercela yang tidak kita sadari, bahkan mengira telah beramal sebaik-baiknya, yang bakal menambah beban hidup yang tak terelakkan ke dalam kerugian, penyesalan dan penyesalan.
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا ?الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka mengira melakukan perbuatan yang baik. (Qs.18/103-104)

Serialnass ~ anas muhammad
Update Syawal 1432 H 2011

Comment :