Begitulah, kita menyaksikan dalam perjalanan sejarah, ilalang perpecahan yang tumbuh subur dari bibit-bibit hasad (kedengkian) yang bersarang di benak para pemimpinnya yang berkompetisi tidak sehat dalam memperebutkan status elit di tengah pengikutnya masing-masing yang mereka bina bagi kepentingan kemapanan, dan hidup berkecukupan lebih yang barangkali hanya bisa diperoleh lewat cara-cara ‘darurat’ yang menghalalkan segala cara, atau dengan perilaku yang tidak bersahabat dan tidak pula bermartabat.
Dan ternyata dari orientasi dan focus kepentingan pribadi dan golongannya sendiri inilah para elitenya lupa dan rela mengorbankan amanah pemberdayaan ummat – dikorbankan demi secuil kepentingan dan kenikmatan sesaatnya yang mereka peroleh dari bermacam fasilitas yang tidak jelas halal dan haramnya.
Dan di balik itu semua, perbedaan pendapat yang tidak terakomodasi dengan baik pasti akan melahirkan perpecahan laten yg mudah dipertajam, dikipasi (blow up) dan diadu-dombakan oleh kepentingan media asing maupun lokal yang tidak menghendaki kesatuan ummat Islam ini terpelihara.
Di sinilah perlunya program pendidikan dan kesadaran berpolitik islami bagi ummat ini dalam menghadapi trend modernisasi beracun dan globalisasi dunia dewasa ini yang dilakukan oleh keadidayaan imperialis melestarikan hegemoni mereka di negeri-negeri belahan selatan yang mayoritas penduduknya adalah muslimin (yang kebanyakan sedang menikmati perpecahan itu bagian dari ‘kerahmatan’ hidupnya).
Dalam situasi dan kondisi seperti inilah yang telah berlangsung hampir sepanjang sejarah, seharusnya kita sadar dan berhati-hati agar tidak lagi berulang terjebak ke dalam perangkap zionist kapitalist yg bersarang di kandang orientalisten Barat. Merekalah penyebar virus perpecahan ummat muslimin lewat beragam penyesatan ’aqiydah dan perapuhan syari’ah, sarat khurafat dan bid’ah serta fanatisme lokal di setiap sempalan dan kultus individu terhadap figur pembimbingnya.
Itulah fakta sejarah yang tertuang ke dalam strategi divide et empera (memecah belah dan menguasai) dengan pendanaan besar dan menghalalkan segala cara yang telah berlaku sejak awal kolonialist Barat menyebar di muka bumi. Dan itulah strategi baku kolonialisme dan kapitalisme Barat menguasai kaum muslimiyn untuk memudahkan penjarahan sumber-sumber daya alamnya di muka bumi qawm muslimiyn. Demikianlah yang nasibnya terpecah-belah, kewibawaannya runtuh, dan kekuatannya lumpuh berhadapan dengan terorisme Barat dan sekutunya.
Dan kelewat besarlah pengorbanan ummat ini di luar kesadarannya mendukung secara tidak langsung lahirnya cloning kolonialisme dan imperialisme yang lebih mengerikan itu, disebabkan sikap dan perilaku berpecah-belahnya ummat ini yang berlangsung tetap (berlarut-larut) tanpa perubahan hingga sekarang !
Akhirnya, perpecahanlah yang berhasil menguras habis enersi pemberdayaan ummat sehingga semangkin jauh dari pemulaian dan perubahan akan nashibnya selain menikmati ketertindasan mapannya sambil mengidolakan sang penindasnya – berserah-diri untuk ditindas dan diperas !

Serialnass ~ anass muhammad
Update Syawal 1432 H 2011

Comment :